Minggu, 06 Oktober 2013

Artikel Perekonomian Indonesia Saat ini




Nilai TukarRupiah Terhadap Dollar Kembali Melemah
POLA DEDUKTIF :
Perekonomian Indonesia saat ini sedang menurun, terbukti dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar. Hal ini terlihat dari sisi kurs yang tidak seimbang. Chatib Basri sepertinya tidak sadar bahwa di saat rupiah bergejolak, imbasnya fatal terhadap dunia usaha kita yang masih sangat tergantung dengan bahan baku impor. Jika keadaan tersebut dibiarkan saja maka, dampak yang lebih berat bagi Indonesia adalah akan terjadinya krisis ekonomi seperti tahun 1997. Salah satu efek dari perlemahan rupiah yakni makin ketatnya peraturan kartu kredit. Sebagaimana telah diketahui, perkembangan kredit akan tunjukkan perlambatan ekonomi, menyusul berlangsungya kontraksi. Disamping itu, inflasi serta nilai Rupiah yang meraih titik rekor tertingginya, hal ini dapat memaksa bank untuk mengurangi penyaluran kartu kredit.  Untuk pelaku sektor riil, pelemahan rupiah akan menghimpit margin di sektor manufaktur. Menurut data BPS 2011, City Research mengidentifikasi bahwa kinerja sektor tersebut cukup rawan pada pelemahan nilai tukar. Perihal ini lantaran manufaktur sangatlah bergantung pada impor bahan baku oleh eksportir, serta pasar ekspor yang saat ini bisa dibilang rendah. Pasar ekspor yang saat didominasi sebagian industri yang terhitung dalam kelompok ini adalah kendaraan baja, bahan kimia, dan farmasi manufaktur. Akan tetapi ada juga industri yang mempunyai impor rendah atau biasa disebut lob impor content, tetapi beberapa ekspor yang besar dapat mendapat keuntungan dari melemahnya mata uang, seperti minyak kelapa sawit, kertas, dan manufaktur furniture. Kemudian jika kita lihat dari sisi saham, IHSG dalam 3 bulan terakhir sudah turun lebih dari 20%. Mungkin beberapa bilang bahwa IHSG turun akibat koreksi natural karena sempat menyentuh rekor tertingginya. Ya, mungkin ada faktor tersebut. Tapi apakah koreksi sampai 20% lebih? Koreksi 20% lebih, bisa jadi lebih karena panik pelaku bursa dan investor yang memindahkan dananya ke market yang lebih stabil. Lebih penting lagi, pelemahan >20% merupakan cerminan turunnya performance fundamental perusahaan-perusahaan kita yang pastinya tergerus akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi akhir-akhir ini.




Referensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar